Tema adat Jawa di TautKita yang paling sering dipilih calon pengantin adalah Jepara dan Keraton. Jepara memakai visual ukir kayu jati pesisir dengan palet cokelat hangat. Keraton menampilkan ornamen emas tipis di atas latar gelap khas pendopo. Dua gaya ini biasa dipakai pasangan Jawa di Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Jakarta.
Warna dan jenis huruf di undangan digital langsung memberi kesan adat saat pertama kali dibuka di ponsel, bahkan sebelum tamu membaca tanggal acara.

Perbandingan tema Jepara dan Keraton
| Aspek | Jepara | Keraton |
|---|---|---|
| Warna utama | Cokelat kayu jati, krem, aksen kayu | Hitam atau merah marun, emas tipis |
| Kesan visual | Ukir kayu Jepara, hangat rumahan | Pendopo keraton, formal, sakral |
| Cocok untuk | Akad masjid pagi, resepsi joglo kayu | Resepsi malam di gedung, pendopo keraton |
| Gaya tulisan | Serif hangat | Serif tegas berornamen |
Jepara cocok untuk foto luar ruangan siang hari karena latar terang membuat wajah pengantin terlihat jelas. Keraton lebih pas untuk acara malam karena kontras emas dan latar gelap tetap nyaman dibaca pada pencahayaan redup. Jika tempat acara berupa masjid atau joglo dengan banyak unsur kayu jati, Jepara terasa menyatu. Jika acara di gedung pertemuan dengan lampu gantung, Keraton memberi kesan resmi.
Panduan memilih sesuai tempat acara
Untuk akad di masjid dan syukuran di rumah, Jepara memberi kesan akrab tanpa terasa kaku. Untuk resepsi gedung dengan rangkaian seserahan lengkap, Keraton memberi kesan wibawa. Banyak pasangan di Solo memilih Keraton untuk akad nikah pagi hari yang dilanjutkan resepsi gedung pada malam hari.
Bagian narasi cerita di dashboard bisa diisi bahasa Jawa halus (krama inggil) atau bahasa Indonesia. Sistem tidak mengunci bahasa teks. Rincian seserahan atau adat siraman bisa ditulis di menu cerita dengan mengaktifkan visibilitas cerita. Jika susunan acara adat masih menunggu kepastian keluarga besar, sembunyikan dulu bagian tersebut dan aktifkan menjelang hari acara.
Sebelum menentukan pilihan, buka demo Jepara dan demo Keraton langsung dari ponsel untuk memeriksa tampilan peta, tombol RSVP, dan nomor rekening. Periksa juga tampilannya di laptop agar detail ukiran terlihat utuh.
Contoh teks undangan adat Jawa
Banyak pasangan bingung menyusun kalimat pembuka yang santun untuk keluarga besar dan sesepuh. Anda bisa memakai teks bahasa Jawa halus berikut di bagian awal undangan:
"Nyuwun lumunturing sih samodra pangaksami, awit saking keparengipun Gusti Ingkang Maha Agung, kula sakulawarga nyuwun donga pangestu dhumateng panjenengan sedaya ing pahargyan dhaupipun putra-putri kula."
Jika ingin memakai bahasa Indonesia yang tetap sopan bagi tamu umum dan rekan kerja:
"Dengan memohon rahmat dan rida Allah Swt., kami bermaksud mengundang Bapak, Ibu, dan Saudara/i untuk menghadiri serta memberikan doa restu pada acara pernikahan putra-putri kami."
Teks ini bisa ditempel langsung ke kolom cerita atau sambutan di dashboard tanpa batasan karakter yang kaku.
Tips foto dan penulisan nama gelar
Pada adat Jawa, penulisan nama orang tua dan gelar sering kali panjang, misalnya gelar kebangsawanan (Raden, Raden Ajeng) atau gelar akademik. Di dashboard TautKita, kolom nama orang tua bisa memuat teks panjang dan otomatis menyesuaikan baris di layar ponsel agar tidak terpotong.
Untuk galeri empat slot:
- Slot pertama untuk foto sampul utama. Pilih foto berdua dengan latar belakang bersih dan pencahayaan merata. Hindari latar yang terlalu ramai agar tidak bertabrakan dengan ornamen ukiran tema.
- Slot kedua dan ketiga sangat cocok untuk foto busana adat Jawa, seperti kebaya kutubaru, paes ageng, atau beskap gaya Surakarta maupun Yogyakarta.
- Slot keempat bisa dipakai untuk foto bersama keluarga inti atau dokumentasi prosesi siraman dan midodareni.
Setiap berkas foto maksimal 2,5 MB setelah dikompres otomatis oleh sistem browser. Gunakan foto dengan cahaya alami agar detail kain batik sidomukti atau motif truntum tetap tampak tajam.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah bisa dipakai untuk pernikahan campuran Jawa dan Sunda? Bisa. Pilih salah satu tema sebagai dasar visual, lalu tuliskan rangkaian prosesi dua adat tersebut di bagian teks cerita. Tema berfungsi sebagai wadah visual.
Apakah bisa berganti tema setelah pesanan aktif? Penggantian tema tidak termasuk dalam revisi tanpa biaya karena struktur tema berbeda. Silakan hubungi admin jika ingin memesan tema baru.
Berapa lama masa aktif undangan? Undangan aktif selama tiga bulan sejak tautan dibuat. Selama masa aktif, Anda bebas mengubah jam akad, alamat gedung, foto, atau teks cerita langsung dari ponsel.
Untuk melihat tema adat lainnya, baca tema Sunda pastel atau tema Minang songket. Jika baru pertama kali membuat undangan web, pelajari panduan dasar di apa itu undangan digital.